Way To Freedom…

Icon

read, digest, think, and write..

Biarkan Alam yang mengeksekusi

Ora ngendahake hukum Allah.
Tak peduli akan hukum Allah.
They will ignore God?s law.

Barang jahat diangkat-angkat.
Yang jahat dijunjung-junjung.
Evil things will be lifted up.

Barang suci dibenci.
Yang suci (justru) dibenci.
Holy things will be despised.

Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.
Banyak orang hanya mementingkan uang.
Many people will become fixated on money.

Lali kamanungsan.
Lupa jati kemanusiaan.
Ignoring humanity.

Lali kabecikan.
Lupa hikmah kebaikan.
Forgetting kindness.

Lali sanak lali kadang.
Lupa sanak lupa saudara.
Abandoning their families
.

Yang penting urusan gue terpenuhi..
Yang penting gue kaya..
Yang penting perusahaan gue untung banyak..
Yang penting gaji gue besar..
Yang penting gue dapet posisi yang basah..
Yang penting gue bisa tetep makan enak..
Yang penting gue bisa berlibur ke Paris, Swiss…

Semua untuk kepentingan pribadi, kelompok, dan segilintir orang
Ya..ya.. yang penting semuanya untuk loe!!!
Hmm.. paling tidak suasana yang sangat kental yang rasakan ketika bekerja di Jakarta. Hampir semua orang mementingkan dirinya sendiri, mementingkan uang atau materi lebih tepatnya. Ada yang rela teamnya bekerja mati2an, dimana seorang dari anggota team tersebut adalah seorang ibu yang saking sering pulang malem sampai seminggu tidak bertemu dengan anaknya karena mesti berangkat subuh dan pulang larut malam, demi kepentingan perusahaan yang menanti harapan project lain dari client tersebut. Betapa mengenaskan nasib pekerja2 di Jakarta. Mengingat kompleks perumahan yang tersebar diluar Jakarta (Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, dll), harus berjuang di pagi hari supaya tidak telat masuk kantor yang diwarnai kemacetan di berbagai ruas jalan. Plus suasana kerja yang menegangkan dan saling lempar tanggungjawab serta kesalahan..

Ada pula seorang tokoh yang mengaku-aku sebagai pakar, demi memperoleh popularitas dari sorotan media massa..
Ada politisi yang begitu getol mendukung RUU Anti Pornografi, padahal dia sendiri bermain dalam sebuah ‘film’ dengan selingkuhannya yang tak lain seorang penyanyi dangdut ibu kota..
Ada seorang opurtunis yang memperoleh ‘jalan tol’ hingga 10 November kemaren dianugrahi gelar pahlawan nasional..

Yah.. begitulah potret kehidupan di Indonesia. Entah kenapa pembangunan tetap difokuskan di Jakarta. Jakarta tetap serasa “magnet” bagi orang2 yang berada di daerah. Dari seluruh penjuru Indonesia berdatangan ke Jakarta.

Semua adalah pedagang
Dan hampir semua perusahaan asing di Indonesia tidak lain dan tidak bukan adalah perusahaan dagang! Walaupun namanya consulting firm, tapi ujung2nya ketika berada pada posisi senior manager/partner, tidak ubahnya seperti seorang penjual. Menawarkan jasa2 yang dimiliki perusahaannya. Sekali lagi ‘menghamba pada uang’.. Bahkan ditarget setahun harus mendapat sekian ratus ribu US Dollar. Perusahaan komputer raksasa terkenal dunia sekalipun di Jakarta pun demikian. Semakin banyak seorang pekerja berhasil menjual produk perusahaan tersebut, semakin besar penghasilan/bonus yang ia akan terima. Kalau begini ceritanya, kenapa gak sejak di bangku sekolah/kuliah semua kita menjadi anggota MLM saja? Yang hanya mengandalkan lip service tanpa jelas produk apa yang ditawarkannya. Pedagang!!

Bangsa Konsumtif
Ya ya ya.. Bangsa kita, Indonesia, salah satu pangsa pasar tebesar di dunia dengan sumber daya alam yang melimpah. Setiap hari penduduk Indonesia dijejali dengan iklan2 muak berbagai produk baru di televisi, radio, papan reklame, majalah, dll. Mulai dari ponsel/HP, motor, mobil, rokok dan lainnya.. Sungguh orang Indonesia hanya menjadi orang yang konsumtif. Kapan bangsa ini beralih menjadi Bangsa yang produktif ? Paling tidak ada ponsel buatan dalam negeri, ada mobil buatan sendiri, ada BTS yang diproduksi oleh PT.Inti.. Kalaupun pernah ada produk mobil nasional, dan kenyataan berkata lain. Bahwasanya orang2 Indonesia ternyata ahlinya mencibir, menjelek2an produk sendiri. Ya dibilang mobil kota lah.. boros lah.. dan berbagai komentar negatif lainnya. Berbeda dengan orang India, walaupun mobil nasional mereka terkesan jadul tapi mereka tidak sungkan2 menggunakannya. Orang Indonesia gengsi-an.. Lebih suka menggunakan barang2 luar negeri ketimbangan produksi dalam negeri. Sebuah ironi..

Masih terjajah..
Jadi untuk apa sebenarnya uang2 yang begitu geragas dikejar oleh orang2 yang men-Tuhan-kan uang itu? Ya itu.. untuk membeli produk2 luar negeri. Untuk berlibur ke luar negeri.. ke Malaysia, Singapore, Thailand, Paris, Hawaii.. ke Bali, Jogya mah udah gak level lagi.. Maklum juga sih, orang2 Indonesia lebih suka bekerja di perusahaan asing. Pengen semuanya berbau asing. Dalam keadaan seperti ini tidak sadarkah anda, bahwa negara ini masuk dalam model “neo-kolonialisme” baru?

Semangat Perjuangan..
Mau tidak mau.. Suka atau tidak suka.. saya berpendapat kita harus tetap melestarikan nilai2 perjuangan dari para pahlawan kita. Beruntung pada pemilihan ketua alumni cap gadjah kemaren, ada seorang kandidat yang membawa-bawa isu ini. Dalam konstelasi dunia saat ini, perjuangan bukan berarti mengangkat senjata, membawa bambu runcing. Kata kuncinya adalah teknologi ! Siapa yang menguasai teknologi dialah yang akan menguasai dunia. Lebih menarik lagi jika anda membaca artikel berikut ini Nasionalisme Gosong Kaum Tua Papa. Selama masih bermental terjajah alias bermental konsumtif, kita tidak akan maju.. Semangat2 perjuangan yang saya maksud ini mirip seperti dalam komunitas pergerakan software open source (baca: Richard Stallman)

Kembali ke Alam..
Orang2 semangat bekerja dengan motif uang, tidak peduli dengan hal2 lain. Pokoknya gue.. *seperti yang telah saya tulis diatas*. Lalu bagaimana dengan Alam? Tidak peduli bahwa lingkungan kita ini adalah pinjaman terhadap anak cucu kita nanti. Tak ayal.. banjir rutinan 5 tahun sekali melanda Jakarta. Solusi jangka panjang belum direalisasikan. Orang2/Perusahaan2 bangga dan senang jika mempunyai villa/hotel/rumah di kawasan Puncak. Padahal daerah tersebut adalah daerah resapan air. Penertiban bangunan2 yang tidak ber-IMB paling banter hanya dilakukan pada saat2 tertentu yang sifatnya “pesanan”. Begitu petugas penertiban disogok, semuanya kembali seperti semula seolah-olah semua bangunan ber-IMB. Okay, that’s enough. Masih ingatkah anda peristiwa dipenghujung tahun 2004? Sebuah tsunami yang begitu dashyat menghanyutkan kota Banda Aceh. Kala itu sudah bertahun-tahun huru-hura perang Aceh merdeka yang tak kunjung selesai. Akhirnya berkat “campur tangan” Alam kini sudah kembali normal,tidak ada kerusuhan. Haruskah Jakarta seperti itu? Tuhan dalam manifestasi sebagai Siva, mempunyai tugas sebagai “Sang Pralina”, destroyer yang akan memurnikan nilai2 ke-Tuhan-an, yang mengembalikan manusia sebagai manusia sebenarnya, manusia sebagai hamba Tuhan bukan hamba uang. Akankah Jakarta akan tenggelam di tahun 2012, 2017, 2022 ???

Tulisan ini saya tutup dengan Petuah dari tanah Pasundan:

………
Daréngékeun! Jaman bakal ganti deui. tapi engké, lamun Gunung Gedé anggeus bitu, disusul ku tujuh gunung.
Génjlong deui sajajagat. Urang Sunda disarambat; urang Sunda ngahampura.
Hadé deui sakabéhanana. Sanagara sahiji deui. Nusa Jaya, jaya deui; sabab ngadeg ratu adil; ratu adil nu sajati.
……..

artinya kurang lebih:
Dengarkan, Zaman akan berganti lagi, nanti ketika gunung besar selesai meletus yang disusul oleh tujuh gunung lainnya.
Heboh lagi alam raya. … … …
Akhirnya semuanya kembali pada jalurnya. Negara bersatu kembali. Nusantara kembali jaya, sebab muncul Ratu Adil, Raja adil yang sejati.

Apakah ada hubungan dengan berita hebohnya gunung2 di Indonesia saat ini?
Apa ada kaitannya dengan berita penampakan cahaya ini http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0711/13/141253.htm ?

Hanya Tuhan yang tahu..

Filed under: Personal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: